Imankepada rasul Allah Swt. merupakan kewajiban yang hakiki bagi seorang muslim karena merupakan bagian dari rukun iman yang tidak dapat ditinggalkan. Sebagai perwujudan iman tersebut, kita wajib menerima ajaran yang dibawa rasul-rasul Allah Swt. tersebut. Perintah beriman kepada rasul Allah terdapat dalam surah an-Nisa/4: 136. Allahakan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan." (QS. Al-Ahzab: 57). Di ayat sebelumnya ditegaskan: "Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah." (QS. Al-Ahzab: 53) Dalam Hadis, Nabi bersabda: "Sesungguhnya aku memerangi orang-orang yang memerangi ahli baitku, dan aku memberi jaminan SabdaRasulullah ketika menjawab pertanyaan Jibril tentang iman, "yaitu engkau beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, dan Hari Akhir, dan engkau beriman kepada takdir, yang baik maha pun yang buruk." (HR. Muslim, 1/37 dan al-Bukhari, 1/19-20). Tidaklupa shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah Saw. yang menjadi teladan kita dalam ber-akhlaq karimah, suatu sikap dan perilaku mulia yang mendasarkan pada ajaran-ajaran al-Quran Suci. Buku ini dapat tersusun berawal dari beberapa tulisan (artikel) penulis tentang akhlak Islam di berbagai kesempatan, Dr H. Tata Fathurrohman, SH., MH (Ketua LSI & Dosen Fakultas Hukum) - Kata akhlak berasal dari bahasa Arab "khuluq", jamaknya "akhlâq" yang berarti tabiat atau budi pekerti. Prof. Ahmad Amin, dikutif Hamzah Yaqub, mendefinisikan akhlak adalah "suatu ilmu yang menjelaskan arti baik dan buruk, menerangkan apa yang seharusnya Nabidalam Islam merujuk kepada orang yang diberi wahyu (ajaran Islam yang mengandungi peraturan tertentu) oleh Allah sebagai panduan hidup, sementara rasul pula adalah nabi yang diperintahkan Allah untuk menyampaikan wahyu tersebut kepada manusia sejagat pada zamannya. Rasul dan nabi terakhir ialah Nabi Muhammad yang ditugaskan untuk menyampaikan Islam dan peraturan yang khusus kepada manusia .

pertanyaan tentang akhlak kepada allah dan rasul