k konstanta pegas (N/m), x=pertambahan panjang pegas (meter) Contoh : Sebuah sepeda yang massanya 40 kg bergerak dengan mengeluarkan energi kinetik sebesar 720 Joule. Tentukan Kecepatan sepeda tersebut! Jawab : Ek = 1/2 m v2. 720 = 1/2 x 40 x v2. 720 = 20 x v2 Jadi kecepatan sepeda = 6 m/s. 720 / 20 = v2. 36 = v2. PORKASPOKERmenyediakan permainan taruhan kartu seperti Judi Poker,Judi Domino, Judi Ceme,Judi Ceme Keliling, Judi Capsa Susun, dan Judi Terbaru LIVE POKER dengan sistem permainan Pemain lawan Pemain tanpa adanya campur tangan dari admin ataupun BOT. Cahayamatahari ini memiliki partikel-partikel energi yang disebut "foton". Saat cahaya matahari mengenai sel surya, energi foton ini akan membangkitkan elektron-elektron yang ada dalam material sel surya tersebut sehingga menghasilkan tegangan (voltase) listrik. Beberapa rangkaian modul surya kemudian digabungkan untuk menghasilkan lajuneutron diperlambat dengan limbah radioaktif yang sedikit. Dan apabila menggunakan medium yang bersifat mesin reaksi fusi dimatikan, mesin ini akan moderator. Sebuah reaktor fisi berantai benar-benar mati dalam sekejap tanpa adalah suatu reaktor air bertekanan. Energi bahaya dan meleleh. yang dihasilkan dari reaksi fisi ini digunakan FUN Susunansemua bentuk gelombang elektromagnetik berdasarkan panjang gelombang dan frekuensinya disebut spektrum elektromagnetik. Gambar spectrum elektromagnetik di bawah disusun berdasarkan panjang gelombang (diukur dalam satuan _m) mencakup kisaran energi yang sangat rendah, dengan panjang gelombang tinggi dan PERCOBAANFRANK-HERTZ. Sebuah atom dapat mengeksitasi ke tingkat energi di atas tingkat energi dasar yang menyebabkan atom tersebut memancarkan radiasi melalui dua cara. Salah satunya adalah tumbukan dengan partikel lain. Pada saat tumbukan, sebagian dari energi kinetik pada partikel akan diserap oleh atom. Atom yang tereksitasi dengan cara ini . Hadiah Nobel Fisika 2022 memberikan penghargaan kepada tiga ilmuwan yang memberikan kontribusi terobosan dalam memahami salah satu fenomena alam yang paling misterius quantum entanglement. Dalam istilah yang paling sederhana, quantum entanglement merujuk pada aspek-aspek dari satu partikel dari sepasang partikel yang terjerat bergantung pada aspek-aspek dari partikel lainnya, tidak peduli seberapa jauh jaraknya atau apa yang ada di antara keduanya. Partikel-partikel ini dapat berupa, misalnya, elektron atau foton, dan aspeknya dapat berupa keadaan partikel tersebut, seperti apakah partikel tersebut berputar ke satu arah atau ke arah lain. Bagian yang aneh dari quantum entanglement adalah ketika kita mengukur sesuatu tentang satu partikel dalam pasangan yang saling terkait, kita segera mengetahui sesuatu tentang partikel lainnya, bahkan jika mereka terpisah jutaan tahun cahaya. Hubungan aneh antara dua partikel ini terjadi seketika, tampaknya melanggar hukum dasar alam semesta. Albert Einstein secara terkenal menyebut fenomena ini sebagai “aksi menyeramkan dari kejauhan”. Setelah menghabiskan waktu selama dua dekade melakukan eksperimen yang berakar pada mekanika kuantum, saya mulai menerima keanehannya. Berkat instrumen yang semakin tepat dan dapat diandalkan serta karya pemenang Nobel tahun ini, yaitu Alain Aspect, John Clauser, dan Anton Zeilinger, para ahli fisika sekarang mengintegrasikan fenomena kuantum ke dalam pengetahuan mereka tentang dunia dengan tingkat kepastian yang luar biasa. Namun, bahkan hingga tahun 1970-an, para peneliti masih terpecah belah mengenai apakah quantum entanglement merupakan fenomena yang nyata. Dan untuk alasan yang bagus - siapa yang berani menentang Einstein yang hebat, siapa pula yang meragukannya? Butuh pengembangan teknologi eksperimental baru dan peneliti yang berani untuk akhirnya menguak misteri ini. Menurut mekanika kuantum, partikel secara bersamaan berada dalam dua keadaan atau lebih hingga teramati - efek yang secara gamblang ditangkap oleh eksperimen pemikiran Schrödinger yang terkenal, yaitu seekor kucing yang mati dan hidup secara bersamaan. Michael Holloway/Wikimedia Commons, CC BY-SA Quantum superposition ada dalam beberapa keadaan sekaligus Untuk benar-benar memahami seramnya quantum entanglement, penting untuk terlebih dahulu memahami quantum superposition superposisi kuantum. Superposisi kuantum adalah gagasan bahwa partikel berada dalam beberapa keadaan sekaligus. Ketika pengukuran dilakukan, seolah-olah partikel memilih salah satu keadaan dalam superposisi. Sebagai contoh, banyak partikel memiliki atribut yang disebut spin yang diukur sebagai “naik” atau “turun” untuk orientasi tertentu dari penganalisis. Namun, sampai kita mengukur spin sebuah partikel, partikel tersebut secara simultan berada dalam superposisi spin up dan spin down. Ada probabilitas yang melekat pada setiap keadaan, dan dimungkinkan untuk memprediksi hasil rata-rata dari banyak pengukuran. Kemungkinan sebuah pengukuran menjadi naik atau turun bergantung pada probabilitas ini, tetapi tidak dapat diprediksi. Meskipun sangat aneh, beberapa perhitungan dan sejumlah besar eksperimen telah menunjukkan bahwa mekanika kuantum dengan tepat menggambarkan realitas fisik. Albert Einstein, Boris Podolsky, dan Nathan Rosen menunjukkan sebuah masalah yang tampak jelas dengan keterikatan kuantum pada tahun 1935 yang mendorong Einstein untuk mendeskripsikan keterikatan kuantum sebagai aksi menyeramkan dari kejauhan. Sophie Dela/Wikimedia Commons Quantum entanglement dua partikel yang terjerat Hal yang menyeramkan dari quantum entaglement muncul dari realitas superposisi kuantum, dan jelas bagi para pendiri mekanika kuantum yang mengembangkan teori ini pada tahun 1920-an dan 1930-an. Untuk membuat partikel terjerat, pada dasarnya kita memecah sebuah sistem menjadi dua, di mana jumlah bagian-bagiannya diketahui. Sebagai contoh, kita bisa membagi sebuah partikel dengan spin nol menjadi dua partikel yang memiliki spin berlawanan sehingga jumlah keduanya adalah nol. Pada tahun 1935, Albert Einstein, Boris Podolsky, dan Nathan Rosen menerbitkan sebuah makalah yang menggambarkan sebuah eksperimen pemikiran yang dirancang untuk mengilustrasikan ketidakmasukakalan dari quantum entanglement yang menantang hukum dasar alam semesta. Sebuah versi sederhana dari eksperimen pemikiran ini yang dikaitkan dengan David Bohm, mempertimbangkan peluruhan sebuah partikel yang disebut pi meson. Ketika partikel ini meluruh, ia menghasilkan elektron dan positron yang memiliki spin berlawanan dan bergerak menjauh satu sama lain. Oleh karena itu, jika spin elektron diukur naik, maka spin positron yang terukur hanya bisa turun, dan sebaliknya. Hal ini berlaku meskipun partikel-partikel tersebut terpisah miliaran mil. Entanglement dapat tercipta di antara sepasang partikel dengan satu partikel terukur berputar ke atas dan satu partikel lagi berputar ke bawah. atdigit/iStock via Getty Images Hal ini akan baik-baik saja jika pengukuran spin elektron selalu naik dan spin positron yang diukur selalu turun. Tetapi karena mekanika kuantum, spin setiap partikel adalah sebagian naik dan sebagian turun sampai diukur. Hanya ketika pengukuran terjadi, keadaan kuantum spin “runtuh” menjadi naik atau turun - seketika meruntuhkan partikel lainnya ke spin yang berlawanan. Hal ini tampaknya menunjukkan bahwa partikel-partikel tersebut berkomunikasi satu sama lain melalui suatu cara yang bergerak lebih cepat daripada kecepatan cahaya. Tetapi menurut hukum fisika, tidak ada yang bisa bergerak lebih cepat daripada kecepatan cahaya. Tentunya keadaan terukur dari satu partikel tidak dapat secara instan menentukan keadaan partikel lain di ujung alam semesta? Fisikawan, termasuk Einstein, mengajukan sejumlah interpretasi alternatif tentang quantum entanglement pada tahun 1930-an. Mereka berteori bahwa ada beberapa properti yang tidak diketahui - dijuluki variabel tersembunyi - yang menentukan keadaan partikel sebelum pengukuran. Namun pada saat itu, para fisikawan tidak memiliki teknologi atau definisi pengukuran yang jelas yang dapat menguji apakah teori kuantum perlu dimodifikasi untuk menyertakan variabel tersembunyi. John Bell, seorang fisikawan Irlandia, menemukan cara untuk menguji realitas apakah keterikatan kuantum bergantung pada variabel-variabel tersembunyi. CERN, CC BY Memfalsifikasi sebuah teori Butuh waktu hingga tahun 1960-an sebelum ada petunjuk untuk mendapatkan jawabannya. John Bell, seorang fisikawan brilian asal Irlandia yang tidak sempat menerima hadiah Nobel, merancang sebuah skema untuk menguji apakah gagasan tentang variabel tersembunyi itu masuk akal. Bell menghasilkan sebuah persamaan yang sekarang dikenal sebagai bell’s inequality yang selalu benar - dan yang hanya benar - untuk teori-teori variabel tersembunyi, dan tidak selalu benar untuk mekanika kuantum. Dengan demikian, jika bell’s inequality ditemukan tidak memuaskan dalam eksperimen dunia nyata, teori variabel tersembunyi lokal dapat dikesampingkan sebagai penjelasan untuk quantum entanglement. Eksperimen para pemenang Nobel 2022, terutama yang dilakukan oleh Alain Aspect, adalah yang pertama menguji bells inequality. Eksperimen ini menggunakan foton yang terjerat, bukan pasangan elektron dan positron, seperti pada banyak eksperimen lainnya. Hasilnya secara meyakinkan mengesampingkan keberadaan variabel tersembunyi, sebuah atribut misterius yang akan menentukan keadaan partikel yang terjerat. Secara kolektif, ini dan banyak tindak lanjut eksperimen telah membuktikan mekanika kuantum. Objek-objek dapat dikorelasikan dalam jarak yang sangat jauh dengan cara yang tidak dapat dijelaskan oleh fisika sebelum mekanika kuantum. Yang terpenting, tidak ada konflik dengan relativitas khusus, yang melarang komunikasi yang lebih cepat dari cahaya. Fakta bahwa pengukuran pada jarak yang sangat jauh berkorelasi tidak menyiratkan bahwa informasi ditransmisikan di antara partikel-partikel. Dua pihak yang berjauhan melakukan pengukuran pada partikel-partikel yang saling terkait tidak dapat menggunakan fenomena ini untuk menyampaikan informasi lebih cepat dari kecepatan cahaya. Saat ini, para fisikawan terus meneliti quantum entanglement dan menyelidiki potensi aplikasi praktis. Meskipun mekanika kuantum dapat memprediksi probabilitas pengukuran dengan akurasi yang luar biasa, banyak peneliti tetap skeptis bahwa mekanika kuantum memberikan gambaran yang lengkap tentang realitas. Namun, satu hal yang pasti. Masih banyak yang harus dikatakan tentang dunia mekanika kuantum yang misterius. Demetrius Adyatma pangestu dari Universitas Bina Nusantara menerjemahkan artikel ini dari bahasa Inggris PertanyaanJika energi sebuah foton adalah E, pernyataan yang tepat untuk panjang gelombang λ dari foton dinyatakan dalam energi E, konstanta Planck h, dan cepat rambat cahaya c adalah . . . .Jika energi sebuah foton adalah E, pernyataan yang tepat untuk panjang gelombang dari foton dinyatakan dalam energi E, konstanta Planck h, dan cepat rambat cahaya c adalah . . . .AAA. AcfreelanceMaster TeacherPembahasanUntuk menjawab soal ini, kalian harus memahami hubungan panjang gelombang dengan energi foton yang dipancarkan. Hubungan ini dinyatakan dalam suatu teori yang dikemukakan oleh Max Planck. Menurut teori kuantum Planck, energi yang dibawa oleh sebuah foton berbanding terbalik dengan panjang gelombang, berbanding lurus dengan cepat rambat cahaya di ruang hampa, dan berbanding lurus dengan konstanta Planck. Dari sini diperoleh sebuah persamaan, yaitu Dengan kata lain Untuk menjawab soal ini, kalian harus memahami hubungan panjang gelombang dengan energi foton yang dipancarkan. Hubungan ini dinyatakan dalam suatu teori yang dikemukakan oleh Max Planck. Menurut teori kuantum Planck, energi yang dibawa oleh sebuah foton berbanding terbalik dengan panjang gelombang, berbanding lurus dengan cepat rambat cahaya di ruang hampa, dan berbanding lurus dengan konstanta Planck. Dari sini diperoleh sebuah persamaan, yaitu Dengan kata lain Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher di sesi Live Teaching, GRATIS!2rb+Yuk, beri rating untuk berterima kasih pada penjawab soal!PNPuspa Ningrum Pembahasan lengkap banget Ini yang aku cari! Mudah dimengerti Bantu bangetLALuisiana Artika putri Pembahasan lengkap banget Sebuah partikel & foton memiliki energi yg sama apabila ?manakah yg mempunyai energi yg lebih besar sebuah foton radiasi UltraViolet atau sebuah foton cahaya kuningsuatu partikel & foton memiliki energi yg sama apabilaSebuah partikel & foton memiliki energi yg sama apabilaSebuah elektron & suatu foton mempunyai panjang gelombang yg sama. Pernyataan yg sesuai dgn kondisi tersebut adalah …. a. energi elektron lebih besar ketimbang energi foton b momentum elektron sama dgn saat-saat foton c momentum elektron lebih besar dibandingkan dengan momentum foton d energi elektron lebih kecil ketimbang energi foton e momentum elektron lebih kecil daripada saat-saat foton tak mempunyai besaran yg sama atau variabel manakah yg mempunyai energi yg lebih besar sebuah foton radiasi UltraViolet atau sebuah foton cahaya kuning radiasi Ultraviolet….. suatu partikel & foton memiliki energi yg sama apabila tak memiliki satu variabel atau besaran yg sama Sebuah partikel & foton memiliki energi yg sama apabila Partikel & foton memiliki energi yg sama tatkala momentumnya sama, sesuai rumusanE = hf = hC/A = pc Sebuah elektron & suatu foton mempunyai panjang gelombang yg sama. Pernyataan yg sesuai dgn kondisi tersebut adalah …. a. energi elektron lebih besar ketimbang energi foton b momentum elektron sama dgn saat-saat foton c momentum elektron lebih besar dibandingkan dengan momentum foton d energi elektron lebih kecil ketimbang energi foton e momentum elektron lebih kecil daripada saat-saat foton elektron sama dgn momentum foton 0% found this document useful 0 votes1K views33 pagesDescriptionsoal-soal ini meliputi radiasi benda hitam, fisika atom, fisika inti dan relativitas khususOriginal TitleKumpulan soal UN fisika tentang Fisika ModernCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes1K views33 pagesKumpulan Soal UN Fisika Tentang Fisika ModernOriginal TitleKumpulan soal UN fisika tentang Fisika ModernDescriptionsoal-soal ini meliputi radiasi benda hitam, fisika atom, fisika inti dan relativitas khususFull descriptionJump to Page You are on page 1of 33 You're Reading a Free Preview Pages 7 to 14 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 18 to 27 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Supaya energi sama maka p momentumnya sama.E = hc λMomentum p = h λE = pC Pengertian FotonFoton adalah kuanta cahaya, atau partikel dasar yang mentransmisikan gelombang elektromagnetik cahaya. Cahaya yang terlihat merupakan contoh foton yang sangat bagus. Beberapa nilai fisik, termasuk panjang gelombang dan frekuensi diukur dalam hertz, atau Hz, yang menandai foton dianggap sebagai pembawa radiasi elektromagnetik, seperti cahaya, gelombang radio, dan Sinar-X. Foton berbeda dengan partikel elementer lain seperti elektron dan quark, karena ia tidak bermassa dan dalam ruang vakum foton selalu bergerak dengan kecepatan cahaya, c. Foton memiliki baik sifat gelombang maupun partikel “dualisme gelombang-partikel“.Sebagai gelombang, satu foton tunggal tersebar di seluruh ruang dan menunjukkan fenomena gelombang seperti pembiasan oleh lensa dan interferensi destruktif ketika gelombang terpantulkan saling memusnahkan satu sama FotonSebagai partikel, foton hanya dapat berinteraksi dengan materi dengan memindahkan energi sejumlah,di mana adalah konstanta Planck, adalah laju cahaya, dan adalah panjang energi partikel foton juga membawa momentum dan memiliki polarisasi. Foton mematuhi hukum mekanika kuantum, yang berarti kerap kali besaran-besaran tersebut tidak dapat diukur dengan cermat. Biasanya besaran-besaran tersebut didefinisikan sebagai probabilitas mengukur polarisasi, posisi, atau momentum contoh, meskipun sebuah foton dapat mengeksitasi satu molekul tertentu, sering tidak mungkin meramalkan sebelumnya molekul yang mana yang akan foton sebagai pembawa radiasi elektromagnetik biasa digunakan oleh para fisikawan. Namun dalam fisika teoretis sebuah foton dapat dianggap sebagai mediator buat segala jenis interaksi elektromagnetik, seperti medan magnet dan gaya tolak-menolak antara muatan Menghitung Energi FotonAnda dapat menghitung energi foton, berdasarkan frekuensi atau panjang gelombang, dengan bantuan konstanta fisik mendasar tertentu. Catat nilai konstanta fisik yang diperlukan untuk perhitungan perhitungan energi. Dalam hal ini, mereka adalahKecepatan cahaya c = 299,792,458 m / sKonstanta planck h = 4,13566766225×10−15 atau 4,13566766225 E-15Perhatikan bahwa elektron volt eV adalah satuan yang biasa digunakan untuk mengekspresikan energi kecepatan cahaya dan konstanta Planck, dan bagi hasil kalinya dengan panjang gelombang untuk menghitung energi foton. Misalnya, foton cahaya tampak kuning memiliki panjang gelombang sekitar 580 nm atau 5,8E-7 m. Dengan demikian, energinya adalah m / s x eV s / m = bahwa awalan “nano” n menunjukkan 10 pangkat lain adalah dengan mengalikan frekuensi foton dan konstanta Planck untuk menghitung energi foton. Misalnya, frekuensi foton yang sesuai dengan sinar ultraviolet UV adalah Hz atau 780 Thz; energi foton adalah Hz x eV s = 3,23 bahwa awalan “tera” T berarti 10 pangkat 12 ayau energi dalam eV dengan faktor untuk menghitungnya dalam joule J, jika perlu. Misalnya, energi 3,23 eV akan dikonversi menjadi yang dipancarkan dalam berkas koheren laser. Sumber foto Wikimedia CommonsKonsep Modern FotonKonsep modern foton dikembangkan secara berangsur-angsur antara 1905-1917 oleh Albert Einstein untuk menjelaskan pengamatan eksperimental yang tidak memenuhi model klasik untuk cahaya. Model foton khususnya memperhitungkan ketergantungan energi cahaya terhadap frekuensi; dan menjelaskan kemampuan materi dan radiasi elektromagnetik untuk berada dalam kesetimbangan lain mencoba menjelaskan anomali pengamatan ini dengan model semiklasik, yang masih menggunakan persamaan Maxwell untuk mendeskripsikan cahaya. Namun dalam model ini objek material yang mengemisi dan menyerap cahaya dikuantisasi. Meskipun model-model semiklasik ini ikut menyumbang dalam pengembangan mekanika kuantum, percobaan-percobaan lebih lanjut membuktikan hipotesis Einstein bahwa cahaya itu sendirilah yang terkuantisasi. Kuantum cahaya adalah foton telah membawa kemajuan berarti dalam fisika teoretis dan eksperimental, seperti laser, kondensasi Bose-Einstein, teori medan kuantum dan interpretasi probabilistik dari mekanika kuantum. Menurut model standar fisika partikel, foton bertanggung jawab dalam memproduksi semua medan listrik dan medan magnet dan foton sendiri merupakan hasil persyaratan bahwa hukum-hukum fisika memiliki kesetangkupan pada tiap titik pada ruang-waktu. Sifat-sifat intrinsik foton seperti muatan listrik, massa dan spin ditentukan dari kesetangkupan gauge foton diterapkan dalam banyak area seperti fotokimia, mikroskopi resolusi tinggi dan pengukuran jarak molekuler. Baru-baru ini foton dipelajari sebagai unsur komputer kuantum dan untuk aplikasi canggih dalam komunikasi optik seperti kriptografi awalnya dinamakan sebagai kuantum cahaya das Lichtquant oleh Albert Einstein. Nama modern “photon” berasal dari kata Bahasa Yunani untuk cahaya φ, ditransliterasi sebagai phôs, dan ditelurkan oleh kimiawan fisik Gilbert N. Lewis, yang menerbitkan teori spekulatif yang menyebutkan foton sebagai “tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan”. Meskipun teori Lewis ini tidak dapat diterima karena bertentangan dengan hasil banyak percobaan, nama barunya ini, photon, segera diadopsi oleh kebanyakan fisikawan. Isaac Asimov menyebut Arthur Compton sebagai orang yang pertama kali mendefinisikan kuantum cahaya sebagai foton pada tahun fisika, foton biasanya dilambangkan oleh simbol γ abjad Yunani gamma. Simbol ini kemungkinan berasal dari sinar gamma, yang ditemukan dan dinamakan oleh Villard, dan dibuktikan sebagai salah satu bentuk radiasi elektromagnetik pada 1914 oleh Ernest Rutherford dan Edward kimia dan rekayasa optik, foton biasanya dilambangkan oleh , energi foton, adalah konstanta Planck dan abjad Yunani adalah frekuensi foton. Agak jarang ditemukan adalah foton disimbolkan sebagai hf, fdi sini melambangkan Fisik FotonFoton tidak bermassa, tidak memiliki muatan listrik, dan tidak meluruh secara spontan di ruang hampa. Sebuah foton memiliki dua keadaan polarisasi yang dimungkinkan, dan dapat dideskripsikan dengn tiga parameter kontinu komponen-komponen vektor gelombang, yang menentukan panjang gelombangnya dan arah perambatannya. Foton adalah boson gauge untuk elektromagnetisme, dan sebab itu semua bilangan kuantum lainnya seperti bilangan lepton, bilangan baryon atau strangeness bernilai persis diemisikan dalam banyak proses alamiah, contohnya ketika muatan dipercepat, saat transisi molekuler, atomik atau nuklir ke tingkat energi yang lebih rendah, atau ketika sebuah partikel dan antipartikel bertumbukan dan saling memusnahkan. Foton diserap dalam proses dengan waktu mundur time-reversed yang berkaitan dengan yang sudah disebut di atas contohnya dalam produksi pasangan partikel-antipartikel, atau dalam transisi molekuler, atomik atau nuklir ke tingkat energi yang lebih ruang hampa foton bergerak dengan laju laju cahaya. Energinya dan momentum dihubungkan dalam persamaan , di mana merupakan nilai momentum. Sebagai perbandingan, persamaan terkait untuk partikel dengan massa adalah , sesuai dengan teori relativitas Soal dan Jawaban FotonSoal Fisika Teori Kuantum Planck SMA XII. Contoh Soal dan Pembahasan tentang Teori Kuantum Planck, Materi Fisika kelas 3 XII SMA, dengan kata kunci daya, intensitas, kuanta energi dan jumlah foton. Selihakan dipelajari dan selamat MinimalEnergi Foton E = hf E = h c/λ Energi Foton Sejumlah n E = nhf E = nh c/λ Konversi 1 elektron volt = 1 eV = 1,6 x 10−19 joule 1 angstrom = 1 Å = 10−10 meter 1 nanometer = 1 nm = 10−9 meter Daya → Energi tiap sekon Intensitas → Energi tiap sekon persatuan luas Contoh Soal dan Pembahasan Teori Kuantum Plank1. Tentukan kuanta energi yang terkandung dalam sinar dengan panjang gelombang 6600 Å jika kecepatan cahaya adalah 3 x 108 m/s dan tetapan Planck adalah 6,6 x 10−34 Js !PembahasanE = hc/λ E = 6,6 x 10−34 3 x 108/6600 x 10−10 = 3 x 10−19 joule2. Bola lampu mempunyai spesifikasi 132 W/220 V, ketika dinyalakan pada sumber tegangan 110 V memancarkan cahaya dengan panjang gelombang 628 nm. Bila lampu meradiasikan secara seragam ke segala arah, maka jumlah foton yang tiba persatuan waktu persatuan luas di tempat yang berjarak 2,5 m dari lampu adalah … h =6, J s A 5,33 . 1018 m−2 B 4,33 . 1018 m−2 C 3,33 . 1018 m−2 D 2,33 . 1018 m−2 E 1,33 . 1018 m−2Pembahasan Daya Lampu yang memiliki spesifikasi 132 W/220 V saat dipasang pada tegangan 110 V dayanya akan turun menjadi P2 =V2/V12 x P1 P2 =110/2202 x 132 watt = 33 wattIntensitas daya persatuan luas pada jarak 2,5 meter I = P/A dengan A adalah luas permukaan, anggap berbentuk bola luas bola empat kali luas lingkaran. I = P/4π r2 I = 33/4π 2,52 = 0,42 watt/m2 0,42 watt/m2 → Energi tiap sekon persatuan luas adalah 0,42 foton n n = 0,42 hc/λ = [ 0,42 ] [ 6,6 x 10−34 3 x 108 / 628 x 10−9 ] = 0,42 3,15 x 10−19 n = 1,33 x 1018 foton3. Panjang gelombang cahaya yang dipancarkan oleh lampu monokromatis 100 watt adalah 5, m. Cacah foton partikel cahaya per sekon yang dipancarkan sekitar….A. 2,8 x 1022 /s B. 2,0 x 1022 /s C. 2,6 x 1020 /s D. 2,8 x 1020 /s E. 2,0 x 1020 /sPembahasan Data P = 100 watt → Energi yang dipancarkan tiap sekon adalah 100 1 foton E = hc/λ E = 6,6 x 10−34 3 x 108/5,5 x 10−7 jouleJumlah foton n n = 100 joule [ 6,6 x 10−34 3 x 108/5,5 x 10−7 joule] = 2,8 x 1020 Intensitas radiasi yang diterima pada dinding dari tungku pemanas ruangan adalah 66,3 Jika tungku ruangan dianggap benda hitam dan radiasi gelombang elektromagnetik pada panjang gelombang 600 nm, maka jumlah foton yang mengenai dinding persatuan luas persatuan waktu adalah ….h = 6,63 x10− 34 c = 3 x 108 1A. 1 x 1019 foton B. 2 x 1019 foton C. 2 x 1020 foton D. 5 x 1020 foton E. 5 x 1021 fotonPembahasan Data I = 66,3 → Energi yang diterima tiap sekon tiap meter persegi adalah 66,3 1 foton E = hc/λ E = 6,63 x 10−34 3 x 108/600 x 10−9 jouleJumlah foton tiap sekon tiap satuan luas adalah n = 66,3 joule [ 6,63 x 10−34 3 x 108/600 x 10−9 joule] = 2 x 1020 foton5. Tentukan perbandingan kuanta energi yang terkandung dalam sinar dengan panjang gelombang 6000 Å dan sinar dengan panjang gelombang 4000 Å !PemnahasanData λ1 = 6000 Å λ2 = 4000 ÅE = hc/λ E1/E2 = λ2 λ1 = 4000 6000 = 2 36. Energi foton sinar gamma adalah 108 eV. Jika h = 6,6 x 10−34 Js dan c = 3 x 108 m/s, tentukan panjang gelombang sinar gamma tersebut dalam satuan angstrom!PemhasanData E = 108 eV = 108 x 1,6 x 10−19 joule = 1,6 x 10−11 joule h = 6,6 x 10−34 Js c = 3 x 108 m/s λ = …?λ = hc / E λ = 6,6 x 10−343 x 108 / 1,6 x 10−11 λ = 12,375 x 10−15 meter =12,375 x 10−15 x 1010 Å = 12,375 x 10−5 ÅBacaan LainnyaRumus Gerak Fisika – Gerak Lurus Beraturan, Gerak Lurus Berubah Beraturan, Melingkar, Parabola – Beserta Soal dan JawabanJenis, Kelas, Klasifikasi – Panjang Gelombang Sinar LaserCara Buat Jeans Belel – 10 Cara Mudah Pasti BerhasilKutipan Quote Terkenal – Kata Bijak, Kata MutiaraCara Menganalisa Saham Seperti Ahli Pasar Saham ProfesionalPasar Keuangan – Definisi, Pengertian, Jenis dan ContohUang Rupiah Negara Indonesia – Sejarah Nilai Tukar Rupiah Terhadap USDTempat Wisata Yang Harus Dikunjungi Di Tokyo – Top 10 Obyek Wisata Yang Harus Anda KunjungiCara Membeli Tiket Pesawat Murah Secara Online Untuk Liburan Atau BisnisTibet Adalah Provinsi Cina – Sejarah Dan BudayaPuncak Gunung Tertinggi Di Dunia dimana?TOP 10 Gempa Bumi Terdahsyat Di DuniaApakah Matahari Berputar Mengelilingi Pada Dirinya Sendiri?Test IPA Planet Apa Yang Terdekat Dengan Matahari?10 Cara Belajar Pintar, Efektif, Cepat Dan Mudah Di Ingat – Untuk Ulangan & Ujian Pasti Sukses!TOP 10 Virus Paling Mematikan ManusiaUnduh / Download Aplikasi HP Pinter PandaiRespons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!HP AndroidHP iOS AppleSumber bacaan StudyPinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu” Quiz Matematika IPA Geografi & Sejarah Info Unik Lainnya Business & Marketing

sebuah partikel dan foton memiliki energi yang sama apabila